Saturday, December 23, 2017

Deskripsi Diri

Nama saya Budianto, laki-laki, Saya lahir pada tanggal 5 april 1996 di bogor jawa barat. nama panggilan saya budi ada pula beberapa teman saya memanggil saya dengan nama yanto. Pekerjaan bapak dan ibu saya keduanya adalah wirausaha, saya anak dari 2 bersaudara. yang adalah kakak saya yang laki-laki.

Saat ini saya sedang meneruskan pendidikan di Universitas Gunadarma fakultas Ekonomi, Manajemen.

Saya mempunyai kepribadian Cukup sulit bergaul dan lebih memilih milih teman. mungkin karena saya lebih senang berada di rumah dibandingkan bermain di luar bersama orang lain. mungkin karena saya hobi dengan komputer. bagi saya bermain dengan komputer lebih menyenangkan dibandingkan bermain keluar rumah.

Selain komputer saya juga memilii banyak hobi saya menyukai hal yang berbau jejepangan seperti anime, film maupun budaya jepang. saya juga sangat gemar berbain game di berbagain konsol termasuk pc. untuk saat ini saya senang memodifikasi mobil saya yang setiap hari menjadi tunggangan saya berpegian kemanapun termasuk pulang pergi ke kampus.

pencapaian saat ini belum ada. saya hanya ingin melanjutkan dan mengembangkan usaha yang sudah dikerjaan oleh orang tua saya, maka dari itu saya mengambil jurusan manajemen fakultas ekonomi yang saya harapkan dapat membantu saya nanti dalam melanjutkan usaha orang tua saya.

Sunday, November 19, 2017

MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL

Foreign Exchange Exposure



        Foreign Exchange Exposure adalah suatu ukuran dari risiko yang dihadapi
perusahaan jika terdapat perubahan nilai tukar (kurs) mata uang. Exposure ini terdiri
dari tiga bentuk yaitu:

  • Economic exposure adalah fokus dari teori ekonomi dimana nilai dari suatuperusahaan (yang ditentukan dari nilai sekarang dari arus kas di masa datang), akanberubah akibat adanya perubahan kurs mata uang asing, dengan kata lain mengukur perubahan-perubahan nilai tukar yang mempengaruhi nilai perusahaan yang diukur dalam PV cash flows masa datang yang diharapkan/berfokus pada dampak perubahan-perubahan nilai tukar terhadap nilai perusahaan yang diukur dari present value dari seluruh cash flows masa datang yang diharapkan/expected future cash flows. Eksposur yang didasarkan pada nilai-nilai pasar mengasumsikan bahwa tujuan finansial perusahaan adalah untuk memaksimumkan kekayaan pemegang saham.

  • Transaction exposureadalah ukuran perubahan nilai dari kewajiban keuangan di masa lalu yang belum jatuh tempo sampai setelah adanya perubahan kurs. Jadi transaction exposureterjadi pada arus kas perusahaan yang diakibatkan kontrak kewajiban yang telah dilakukan, dengan kata lain exposure laporan laba rugi dan neraca MNC terhadap perubahan-perubahan nilai tukar nominal. Dihasilkan dari fakta bahwa MNC harus mengkonsolidasikan rekeningnya ke dalam mata uang lokal melalui cash flow-nya yang didenominasi dalam berbagai valas (mentranslasi laporan keuangan yang didenominasi mata uang asing ke dalam mata uang lokal, dimana aset dan liabilities tersebut merefleksikan keputusan-keputusan masa lalu yang dibuat oleh perusahaan). Translation (accounting) exposure timbul dari kebutuhan untuk maksud-maksud pelaporan dan konsolidasi, untuk mengkonversi laporan keuangan operasi asing/luar negeri dari mata uang lokal (perusahaan subsidiary) ke mata uang perusahaan induk (parent company). Jika kurs telah berubah sejak periode pelaporan sebelumnya, translasi (restatement) dari assets dan liabilities, revenues, gains, dan loses yang didenominasi dalam valas akan menghasilkan gains/loses dalam valas (foreign exchange gains/loses).

  • Transaction Exposure adalah exposure valas perusahaan dalam transaksi-transaksinya dengan negara lain dimana transaksi tersebut terjadi pada saat ini, namun pembayarannya dilakukan pada masa datang. Pada saat jatuh tempo/penyelesaian transaksi-transaksi tersebut menaikkan keuntungan-keuntungan/kerugian-kerugian mata uang. Dengan kata lain, selama periode komitmen-komitmen pembayaran atau penerimaan tersebut belum jatuh tempo, kurs nominal dapat berubah dengan membuat nilai transaksi ada dalam resiko. Eksposur transaksi terjadi ketika perusahaan terlibat dalam transaksi yang didenominasi mata uang asing/valas yang akan terjadi di masa yang akan datang.
SUMBER:
http://www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/128311-T%2026592-Analisis%20pengukuran-Pendahuluan.pdf

https://windaswarpandhani.wordpress.com/2015/11/11/forex-exposure-dan-pengelolaan-sistem-keuangan-multinasional/

Sunday, November 5, 2017

Cara mengendarai mobil dengan transmisi automatic

      Di kota-kota besar seperti jakarta sebagian orang memilih membeli mobil dengan transmisi otomatis karena lebihmudah digunakan dan tidak capek saat menghadapi kemacetan di kota kota besar.Salah satu kelebihan transmisi otomatis adalah sang pengendara tidak perlulagi menginjak pedal kopling karena perpindahan gigi dilakukan secara otomatis oleh transmisi itu sendiri.

Berbeda dengan transmisi manual yang memiliki nomor pada tuasnya,  transmisi otomatis memiliki gabungan huruf dan angka pada bagian tuas perseneling nya. yaitu

  • P(park)
  • R(reverse)
  • N(neutral)
  • D/1/2/3/4 (drive)
  • S(sport/squential, pada transmisi cvt)

        Cara penggunaan transmisi ini sangat mudah karena hanya memiliki 2 pedal yaitu gas dan rem, cara pengoprasiannya pun mudah yaitu dengan menginjak pedal rem lalau pindahkan tuas transmisi pada posisi P(park) ke posisi D(drive) maka mobil akan berjalan perlahan lahan. pedal rem harus diinjak kalau tidak posisi perseneling tidak dapat dipindahkan, ini adalah fitur safety pada transmisi otomatis.

      Pada dasarnya ada 2 model transmisi otomatis yang populer di indonesia yari torque converter dan cvt, keduanya memiliki fungsi dan cara pengoprasian yang sama namun memiliki cara kerja yang berbeda.

1.Torque converter
pada transmisi ini pengguna biasnya memiliki 4step drive mode seperti D3 ataupun D2, maksud dari drive mode ini untuk mengunci batas maksimum transmisi akan melakukan pergantian gigi, drive mode ini sangat berguna pada saat tanjakan yang membutuhkan gigi rasio rendah agar mobil tetap meilikib torsi yang cukup. angka dalam D menunjukkan posisi maksimum gigi yang di kunci.
kelebihan transmisi ini tenaga pada mesin dapat tersalurkan dengan baik pada roda mobil, kekurangannya transmisi jenis ini terkenal boros.


2.CVT
berbeda dengan Torque converter transmisi ini menggunakan pulley tidak menggunakan gigi pada transmisinya, sehingga pergantian gigi pada transmisi ini tidak terasa sama sekali. pada transmisi ini sama dengan diatas namun tidak memilki numerik pada posisi drivenya melainkan hanya D dan S, S pada dasarnya akan menjaga rasio pulley pada transmisi CVT pada rasio rendah agar tetap dapat torsi yang cukup pada saat berkendara. kelebihan pada transmisi ini terkenal irit karena putaran mesin dapat dipertahankan rendah secara terus menerus, kekurangan transmisi ini adalah adanya gejala slip pada belt transmisi sehingga tenaga mesin tidak semuanya tersampaikan pada roda mobil.


Review Iklan

1. Iklan S****e: Nyatanya Pas.


  • Kelebihan
    Iklan unik dan menarik menggunakan istilah yang lucu yang dapat dengan mudah diingat olah penglihat iklan, dengan slogan nyatanya pas minuman ini difokus kan untuk minuman yang murah dan pas untuk 1botol.
  • Kekurangan
    Iklan tidak menyatakan jenis minuman apa yang mereka pasarkan, walaupun bagi para penonton yang mengetahui minuman tersebut adalah minuman berkarbonasi, namun bagi penonton yang awam tidak mengetahui jenis minuman apa produk tersebut.
2. F****a Condoms - Safety Airlines
  • Kelebihan
    Iklan dengan lagu yang cukup catchy sehingga mudah diingat penonton, dan sangat kreatif mengingat condom adalah han yang sensitif mampu memasarkan iklan khususnya di Indonesia dengan menggunakan istilah Safety Airline.
  • Kekurangan
    Iklan tersebut rancu penonton tidak akan menyangka bahwa iklan tersebut adalah condom dan banyak menggunakan istilah istlah yang sulit dimengerti.
3. P****i Sweat - Basketball
  • Kelebihan
    Iklan menarik karena mnggunakan aktris dari idol grup terkenal, dan penjelasan akan pentingnya meminum produk tersebut unduk mereka yang gemar beraktivitas dapat dengan mudah ditangkap oleh penonton.
  • Kekurangan
    Iklan tidak menyertakan rasa dari produk minuman tersebut sehingga membuat bingung penonton itu sendiri.
4. Arena of V**** - 7M
  • Kelebihan
    Iklan sangat baik terutama karena hadiah yang di iklankan sangat menarik bagi semua penonton sehingga menggugah penonton untuk mengunduh dan memainkan aplikasi tersebut, dan memperlihatkan gameplay dari aplikasi yang mereka iklankan
  • Kekurangan
    Iklan tersebut tidak memperlihatkan syarat apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan hadiah tersebut.
5. Citi***k - Betterfly, Membawa Anda Terbang Lebih Jauh
  • Kelebihan
    Iklan mempresentasikan produknya/ jasa apa yang mereka tawarkan secara baik.
  • Kekurangan
    Iklan sangat membosankan, tidak mempresentasikan mengenai harga maupun fasilitas dan kualitats akan produk mereka dan tidak menunjukkan keunggulan produknya dibanding kompetitornya.



Sunday, October 8, 2017

Tugas Komunikasi Binis (penulisan)

Cara Hacking PSVita

Era Pembajakan PSVita setelah sekian lama akhirnya terjadi,  walaupun penuh dengan limitasi namun hal ini tetap menjadi kemajuan dalam hal hacking PSVita, langsung saja hal yang dapat dilakukan dalam hacking ini adalah menjalankan homebrew buatan, menjalankan game backup/share game, melakukan modifikasi interface pada psvita. dibalik banyaknya kelebihan itu hacking ini juga memiliki limitasi diantara lain:

  1. hanya dapat dilakukan pada psvita firmware 3.60
  2. tidak dapat online psn, resiko perangkat di banned oleh sony
jika kalian sudah memiliki psvita dengan firmware 3.60 kalian dapat langsung mengikuti langkag berikut ini, ingat resiko perangkat kalian mengalami brick bukan tanggung jawab penulis. berikut langkah-langkahnya:

  1. nyalakan psvita kalian, pastikan perangkat terkoneksi ke internet, buka browser lalu masukkan url berikut ini pada kolom adrress https://henkaku.xyz, setelah itu ikuti instruksi dalam browser dalam beberapa saat anda akan kembali di menu home
  2. pastikan bubble molecular shell ada di menu home perangkat kalian, jika tidak ada ulangi langkah pertama
  3. dalam tahap ini psvita kalian sudah dalam kondisi softmod, artinnya sudah dalam kondisi hacki namun hack tersebut akan hilang saat perangkat restart ulang/ mati.
  4. langkah selanjutnya buka enso.henkaku.xyz, download file enso.vpk pada pc kalian
  5. unduh filezilla install pada pc kalian jika belum melikinya pada pc kalian
  6. buka molecular shell pada psvita kalian lalu tekan select menu ip address akan muncul, masukan ip address pada filezilla pada pc untuk mengakses file psvita pada pc kalian
  7. copy file *.vpk yang kalian download tadi dan copy ke psvita dengan filezilla
  8. disconnect dengan menekan tombol O/cancel pada psvita
  9. masih di molecular shell buka dan install file *.vpk pada psvita dan ikuti instruksinya. psvita kalian akan restart.
  10. finish selamat psvita kalian sudah dalam kondisi permanent hack, hack tidak akan hilang walaupun perangkat kalian mati
untuk variasi homebrew dan mods, kalian dapat mengikuti forum forum hacking, disana ada banyak homebrew yang menarik bisa kalian download, cara installnya pun mudah cukup install vpk seperti tadi pada prangkat psvita. untuk masalah pembajakan game penulis disini tidak akan memberikan tutorial, namun konsepnya sama seperti install vpk tadi.

sekilan selamat hacking.

Tugas Komunikasi Bisnis (Dasar Komunikasi dan Komunikasi Bisnis)

Dasar Komunikasi dan Komunikasi Bisnis

1.1 Pengertian Komunikasi Bisnis
      Komunikasi bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis ynag
      mencakup berbagai macam bentuk komunikasi baik komunikasi verbal maupun non verbal.
      Berikut ini merupakan beberapa pengertian Komunikasi Bisnis menurut para ahli :

  • Purwanto, Djoko. 2003. Komunikasi Bisnis. Jakarta : Erlangga.
    Komunikasi Bisnis adalah kegiatan yang meliputi pengiriman dan penerimaan pesan-pesan di antara dua orang, kelompok kecil atau dalam satu lingkungan atau lebih dengan tujuan untuk mempengaruhi perilaku di dalam suatu organisasi.
  • Floyd, James J dkk. 2006. Komunikasi Bisnis dan Profesionalisme. Bandung :Rosdakarya. Komunikasi Bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam jenis dan bentuk komunikasi untuk mencapai tujuan bisnis.
  • Katz (1994:4)
    Komunikasi Bisnis adalah adanya pertukaran ide, pesan, dan konsep yang berkaitan dengan pencapaian serangkaian tujuan komersil.
  • Persing (1981:108)
    Komunikasi Bisnis adalah proses penyampaian arti melalui lambang – lambang yang meliputi keseluruhan unsur-unsur yang berhubungan dengan proses penyampaian dan Penerimaan pesan, baik itu dalam bentuk tulisan, lisan, maupun nonverbal yang dilakukan di dalam suatu organisasi yang membayar orang yang secara bersama-sama memproduksi dan memasarkan barang-barang dan jasa guna memperoleh keuntungan.
  • Rosenbalt (1982:7)
    Komunikasi Bisnis adalah pertukaran ide-ide opini, informasi, instruksi dan sejenisnya, yang dikemukakan baik secara personal ataupun nonpersonal melalui simbol atau tanda, untuk mencapai tujuan- tujuan perusahaan.
1.2 Bentuk Dasar Komunikasi
      Bentuk dasar komunikasi ada dua, yakni komunikasi nonverbal dan komunikasi verbal.

  • Komunikasi Nonverbal

      Bentuk yang paling dasar dari komunikasi adalah komuniksi nonverbal. Komuniksi
nonverbal adalah kumpulan isyarat, gerak tubuh, intonasi suara, sikap, dan sebagainya,
yang memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi tanpa kata-kata (Bovee dan Thill,
2003:4).
      Komunikasi nonverbal sering juga disebut bahasa isyarat atau bahasa diam (silent
language). Ahli antropologi mengungkapkan bahwa sebelum kata-kata ditemukan,
komunikasi terjadi melalui gerakan badan atau bahsa tubuh (body language). Sebagai
contoh, membelalakkan mata atau mengepalkan tangan untuk menyatakan kemarahan,
mengangguk untuk menyatakan persetujuan, saling menyentuh untuk menunjukkan
perhatian, dan lain sebagainya.

  • Komunikasi Verbal

       Komunikasi verbal merupakan suatu bentuk komunikasi di mana pesan disampaikan
secara lisan atau tertulis menggunakan suatu bahasa. Bahasa didefinisikan sebagai
seperangkat kata yang disusun secara terstruktur sehingga menjadi kalimat yang
mengandung arti. Komunikasi verbal tidak hanya menyangkut komunikasi lisan atau oral
communication (berbicara dan mendengar), tetapi juga komunikasi tertulis atau written
communication (menulis dan membaca).
Berdasarkan aktif atau pasifnya peserta komunikasi, bentuk komunikasi verbal
dibedakan menjadi dua yaitu :

  1. Berbicara dan menulis (speaking and writing)
           Dalam menyampaikan pesan, berbicara pada umumnya lebih disukai daripada menulis karena lebih nyaman dan praktis. Namun, tidak semua pesan bisa dengan tepat disampaikan secara lisan. Pesan yang kompleks dan sangat penting umumnya disampaikan menggunakan tulisan. Tulisan untuk tujuan bisnis bisa berupa surat dan laporan.
  2. Mendengar dan membaca (listening and reading)
           Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang terjadi dua arah. Namun, orang-orang yang terlibat dalam dunia bisnis cenderung lebih suka memperoleh atau mendapatkan informasi daripada menyampaikannya. Unutk itu, keterampilan mendengar dan membaca sangat diperlukan.

1.3 Fungsi dan Bentuk Komunikasi Organisasi
      Di dalam buku Sutrisna Dewi diuraikan 5 (lima) tipe atau tingkatan komunikasi beserta
      fungsinya masing-masing, yaitu :

  1. Komunikasi dengan Diri Sendiri (Intrapersonal Communication)
    Komunikasi dengan diri sendiri adalah suatu proses komunikasi yang terjadi di dalam diri individu atau komunikasi dengan diri sendiri. Proses Komunikasi terjadi karena seseorang memberi arti terhadap sesuatu objek yang diamatinya atau terbaik dalam pikirannya sendiri.
    Komunikasi dengan diri sendiri berfungsi mengembangkan kreativitas imajinasi, memahami dan mengendalikan diri sendiri, serta meningkatkan kematangan berpikir sebelum mengambil keputusan.
  2. Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication)
    Komunikasi antarpribadi adalah proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih. Komunikasi antara dua orang dalam situasi tatap muka disebut komunikasi diadik (Dyadic Communication).
    Fungsi komunikasi itu adalah untuk meningkatkan hubungan insane (human relations), menghindari dan mengatasi konflik-konflik pribadi, mengurangi ketidakpastian, serta berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain.
  3. Komunikasi Kelompok Kecil (Small Group Communication)
    Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara tiga orang atau lebih secara bertatap muka atau menggunakan sebuah alat untuk membantu interaksi antara satu dengan yang lain.
  4. Komunikasi Massa (Mass Communication)
    Dalam komunikasi massa, pesan dikirim dari sumber lembaga kepada khalayak yang bersifat missal melalui alat-alat mekanis, seperti televise, radio, surat kabar atau film. Komunikasi massa berfungsi menyebarluaskan informasi, meratakan pendidikan, merangsang pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan kegembiraan.
  5. Komunikasi Publik (Public Communication)
    Komunikasi publik biasa disebut pidato, kolektif, retorika, public speaking, atau audiens communication. Komunikassi publik berfungsi menumbuhkan semangat kebersamaan (solidaritas), memengaruhi orang lain, memberi informasi, mendidik, dan menghibur.


1.4 Proses Komunikasi
      Komunikasi antarmanusia hanya bisa terjadi bila didukung unsure-unsur komunikasi, dan
      komunikasi memerlukan proses. Pembahasan mengenai proses komunikasi akan
      dijelaskan melalui beberapa model komunikasi.

· Model Komunikasi Aristoteles
   Aristoteles dalam bukunya Rhetorica (Cangara, 2004:39) berpendapat bahwa setiap
   komunikasi terdiri atas 3 unsur penting, yaitu :
1. Pembicara
2. Apa yang dibicarakan
3. Penerima

· Model Komunikasi David K. Berlo
   Dalam model komunikasi David K. Berlo, unsure-unsur utama komunikasi terdiri atas
   SMCR, yakni :
1. Source (sumber atau pengirim)
2. Message (pesan atau informasi)
3. Channel (saluran dan media)
4. Receiver (penerima)

Di samping itu, terdapat tiga unsur lain, yaitu Feedback (tanggapan balik), efek, dan
lingkungan.

· Model Komunikasi Boove dan Thill
   Boove dan Thill dalam bukunya Business Communication Today mengemukakan
   proses komunikasi terdiri dari 5 tahap, yakni :
1. Pengirim memiliki ide/gagasan
2. Ide diubah menjadi pesan
3. Pemindahan pesan
4. Penerima menerima pesan
5. Penerima pesan bereaksi dan mengirimkan umpan balik

1.5 Komunikasi yang Efektif dalam Pekerjaan
     Berkomunikasi efektif berarti bahwa komunikator dan komunikan sama-sama
     memiliki pengertian yang sama tentang suatu pesan. Oleh karena itu, dalam bahasa asing
     orang menyebutnya “the communication is in tune” ,yaitu kedua belah pihak yang
     berkomunikasi sama-sama mengerti apa pesan yang disampaikan.
     Syarat-syarat untuk berkomunikasi secara efektif adalah antara lain :
1. Menciptakan suasana yang menguntungkan.
2. Menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti.
3. Pesan yang disampaikan dapat menggugah perhatian atau minat di pihak komunikan.
4. Pesan dapat menggugah kepentingan dipihak komunikan yang dapat
    menguntungkannya.

5. Pesan dapat menumbuhkan sesuatu penghargaan atau reward di pihak komunikan.
    Berbicara tentang minat di pihak komunikan, dapat dikemukakan bahwa minat
    akan timbul bilamana ada unsure-unsur sebagai berikut :
a. Tersedianya suatu hal yang menarik minat.
b. Terdapat kontras, yaitu perbedaan antara hal yang satu dengan lainnya, sehingga
    apa yang menonjol itu menumbuhkan perhatian.
c. Terdapat harapan untuk mendapat keuntungan atau mungkin gangguan dari hal
    yang dimaksudkan.

1.6 Hambatan Komunikasi
      Komunikasi merupakan sesuatu hal yang sangat penting bagi manusia dalam
      melakukan interaksi dengan sesama. Kita pada suatu waktu merasakan komunikasi yang
      kita lakukan menjadi tidak efektif karena kesalahan dalam menafsirkan pesan yang kita
      diterima. Hal ini terjadi karena setiap manusia mempunyai keterbatasan dalam menelaah
      komunikasi yang disampaikan. Kesalahan dalam menafsirkan pesan bisa disebabkan
      karena tiga hal yaitu:

1. Hambatan Fisik
a. Sinyal nonverbal yang tidak konsisten.
b. Gangguan. Noises.
c. Gangguan fisik (gagap, tuli, buta).
d. Teknik bertanya yang buruk.
e. Teknik menjawab yang buruk.
f. Kurang menguasai materi.
g. Kurang persiapan.

2. Hambatan Psikologis :
a. Mendengar.
b. Mengabaikan informasi yang bertentangan dengan apa yang kita ketahui.
c. Menilai sumber.
d. Pengaruh emosi.
e. Kecurigaan.
f. Tidak jujur.
g. Tertutup.
h. Destruktif.
i. Kurang dewasa.
j. Kurang respek.
k. Kebiasaan menjadi pembicara dan pendengar yang buruk.

3. Semantik :
a. Persepsi yang berbeda.
b. Kata yang berarti lain bagi orang yang berbeda.
c. Terjemahan yang salah.

1.7 Cara Mengatasi Hambatan dan Memperbaiki Komunikasi
      Cara mengatasi Hambatan dan Memperbaiki komunikasi agar menjadi lebih efektif (Beeve
      dan Thill, 2003;22) adalah :

1. Memelihara ikliim komunikasi terbuka
    Iklim komunikasi merupakan campuran dari nilai, tradisi dan kebiasaan. Komunikasi
    terbuka akan mendorong keterusterangan dan kejujuran serta mempermudah umpan
    balik.

2. Bertekad memegang teguh etika berkomunikasi

3. Memahami kesulitan komunikasi antarbudaya
    Majunya perkembangan teknologi dan informasi telah menyebabkan terjadinya
    interaksi antarbudaya baik dalam lingkup regional, nasional, maupun internasional.

4. Menggunakan pendekatan berkomunikasi yang berpusat pada penerima
    Menggunakan pendekatan yang berpusat pada penerima berarti tetap mengingat
    penerima ketika sedang berkomunikasi.

5. Menggunakan teknologi secara bijaksana dan bertanggungjawab untuk memperoleh
    dan membagi informasi.
    Teknologi dapat dipergunakan untuk menyusun , merevisi dan mendistribusikan
    pesan. Penggunaan teknologi yang bertanggung jawab dan bijaksana akan mendorong
    terciptanya komunikasi yang efektif.

6. Menciptakan dan memproses pesan secara efektif dan efisien. Hal itu dapat dilakukan
    dengan cara :
a. Memahami penerima pesan
b. Menyesuaikan pesan dengan penerima
c. Mengurangi jumlah pesan
d. Memilih saluran atau media yang tepa
e. Meningkatkan keterampilan berkomunikasi

1.8 Etika dalam Berkomunikasi
Dalam setiap pembicaraan yang kita lakukan kepada lawan bicara kita, kita harus
memperhatikan beberapa hal atau etika berkomunikasi untuk menjaga perasaan, kepercayaan
dan harga diri seseorang terutama pada dunia bisnis atau kerja, yaitu antara lain:
1. Berbicara dengan suara yang jelas, dalam arti suara tidak kecil maupun tidak terlalu
    kencang.
2. Tidak berbicara terlalu cepat maupun terlalu lambat.
3. Saat berbicara dengan lawan bicara maupun saat mendengarkan lawan bicara, mata
    kita harus saling melihat, sehingga tidak terkesan malu ataupun tidak mendengarkan
    lawan bicara.
4. Berbicara seperlunya, tidak panjang lebar tanpa arti yang jelas ataupun berputar-putar
    (berbelit-belit).
5. Memberikan kesempatan kepada lawan bicara untuk berbicara, sehingga tidak
    terkesan mendominasi berbicara.
6. Jangan menyela atau memutus pembicaraan lawan bicara apabila lawan bicara kita
    belum selesai berbicara, karena itu akan membuat lawan bicara kita tiak senang dan
    tidak dihargai.
7. Dalam berkomunikasi diharapkan menjaga emosi kita, yaitu jangan sampai terbawa
    emosi sehingga marah-marah kepada lawan bicara.
8. Tidak tertawa secara berlebihan dan terus menerus.
9. Sebaiknya tidak menguap saat lawan bicara sedang berbicara, karena lawan bicara
    akan merasa kita bosan dengan pembicaraannya.
10. Tidak mengerjakan sesuatu saat lawan bicara sedang berbicara (misalnya sambil
      menulis, mengetik, dan lain sebagainya).
11. Menghargai pendapat, masukan atau kritik dari lawan bicara. Artinya tidak langsung
      membantah

Referensi
Dewi, Sutrisna.2007.Komunikasi Bisnis.Yogyakarta : Penerbit Andi.
Purwanto, Djoko. 2003. Komunikasi Bisnis. Jakarta : Erlangga.
http://hasiltugaskomunikasi.wordpress.com/2013/02/21/kumpulan-definisi-komunikasibisnis/
diakses pada tanggal 23 September 2013
http://nailul-nailul.blogspot.com/2012/08/komunikasi-efektif.html diakses pada tanggal 22
september 2013
http://susianty.wordpress.com/2010/09/29/etika-dalam-berkomunikasi/
diakses pada tanggal 22 september 2013
Komunikasi Bisnis
Kelompok 7 9

Thursday, April 27, 2017

Analisis Produk Etika Bisnis

 L******* adalah sabun kesehatan yang merupakan salah satu merek tertua, suatu merek yang benar – benar mendunia sebelum istilah global diciptkana. Sabun Disinfektan Royal L******* diluncurkan pada tahun 1894 sebagai suatu produk yang terjangkau di Inggris, untuk mendukung orang mendapatkan kebersiahn diri yang lebih baik. Segera setelah diluncurkan, sabun L******* berkelana diseluruh dunia, menjangkau Negara – Negara seperti India, suatu Negara tempat sabun ini masih merupakan merek terkemuka di pasar.
Tujuan L******* adalah memberikan solusi kebersihan dan kesehatan yang terjangkau dan mudah diperoleh sehingga orang dapat menjalani hidup tanpa rasa khawatir dengan kebersihan dan akibatnya terhadap kesehatan.
L******* Menyelamatkan Nyawa
selama 110 tahun lebih dalam sejarahnya L******* selalu merajai bidang kesehatan melalui kebersihan. Hal yang utama bagi L******* adalah janji perlindungan dan komitmennya untuk mendukung kehidupan melalui perlindungan yang lebih baik. L******* suatu jaminan perlindungan jika anda merasa terancam. Sebagai contoh, kampanye yang dlakukan pada tahun 1930-an di AS diberi judul “Mencuci tangan membantu menjaga kesehatan”, mendorong penggunaan sabun L******* untuk membunuh kuman di tangan yang dapat menyebabkan timbulnya masalah kesehatan. Kampanye yang sama terus berlanjut hingga saat ini, dengan program pendidikan kebershan L******* yang terus berlangsung di Negara – Negara termasuk India, Bangladesh, Pakistan, Sri Lanka, Indonesia dan Vietnam.
L******* selalu memainkan peran di masa – masa krisis, membantu mencegahpenyebaran kuman dan penyakit :
• Selama serangan kilat ke London pada tahun 1940-an, sabun L******* memberikan fasilitas mencuci darurat gratis bagi penduduk kota London.
• Setelah terjadinya tsunami di Asia pada tahun 2004, sabun batangan L******* merupakan elemen kunci dalam paket yang dibagi – bagikan di wilayah India Selatan, Sri Lanka dan Indonesia untuk membantu mencegahpenyebaran penyakitinfeksi yang mewabah setelah terjadinya bencana tersebut.
• Pada tahun 2005 lebih dari 200.000 sabun batang L******* disumbangkan kepada UNICEF dan Komite Palang Merah Internasional untuk membantu operasi penanggulangan akibat gempa bumi di India Utara dan Pakistan.

Semenjak tahun 2000, telah terjadi perubahan besar pada sabun batang klasik L******* untuk menjamin agar sabun tersebut memberikan perlindungan kebersihan yang lebih jauh lagi dan pengalaman mencuci yang menyehatkan dan semakin menyenangkan bagi miliaran konsumennya.
• Bentuk batu bata merah keras klasik sabun L******* telah digantikan dengan bentuk L******* signature yang baru. Bentuk yang baru membuat sabun itu mudah digenggam dan digunakan.
• Tim L******* telah mengembangkan suatu formula baru yang memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap kuman dan menimbulkan busa yang kaya pada kulit.
• Aroma L******* yang khas seperti obat dan karbol telah digantikan dengan wewangian kesehatan yang lebih menyenangkan dan modern.
• L******* telah menjadi lebih dari sekedar sabun batang berwarna merah. Saat ini merek ini memberikan solusi kebersihan dan kesehatan bagi keluarga, termasuk rangkaian sabun batangan, cairan pencuci tangan dan gel pencuci cair. Inovasi L******* yang paling bari diarahkan kepada keprihatinan utama pada kebersihan dan kesehatan kulit di kalangan remaja ABG dan para pemuda, yakni kulit berminyak dan jerawat. L*******Clear Skin adalah sabun batangan yang diformulasikan dengan menggunakan teknologi baru radikal yang sudah terbukti secara klinis mengurangi jerawat yang parah hingga 70% dalam waktu 6 minggu. Dengan pemakaian teratur, dua kali sehari terbukti dapat mencegah dan mengurangi timbulnya kembali jerawat.

   Fakta Utama

• Saat ini L******* dijual di Asia dan sebagian wilayah Afrika. L******* merupakan pemimpin pasar di setiap pasar Asia yang menjual produk ini.
• Pemeriksaan laboratorium membuktikan sabun L******* memberikan perlindungan 100% yang paling efektif terhadap kuman dibandingkan dengan sabun biasa.
• Hingga saat ini, 70 juta orang di daerah pedalaman India sudah mengikuti program Pendidikan Kesehatan L*******. Suatu program pendidikan kesehatan terbesar yang pernah ada didunia.
• Pada tahun 2005, L******* dianugerahi “Citizen Brand” Indonesia sebagai pengakuan atas upaya yang telah dilakukan dalam hal pendidikan pencucian tangan.
• Hampir separuh pemakai produk L******* adalah di daerah pedalaman Asia, tempat sebagian besar pendudukan tinggal dengan penghasilan kurang dari US$ 1 sehari.

   STRATEGI L*******

L******* mempunyai strategi yang sangat berpengaruh pada brand image yakni mengusung tentang perhatian merek terhadap kesehatan masyarakat. Kampanye – kampanye yang diselenggarakan juga mengenai kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Misalnya pada tahun 2003 kampanye dengan menggunakan kata – kata “Utamakan Kebersihan Tangan” untuk menghimbau masyarakat agar tertib cuci tangan untuk menghindari penyakit diare yang sedang merebak pada saat itu.
Tujuannya adalah untuk memperbaiki pandangan masyarakat bahwa “bersih secara visual” adalah “bersih secara higienis”.
Peluncuran petisi nasional “Keluarga Sehat Untuk Indonesia Sehat”. Langkah kecil L******* dan mitranya dalam upaya mewujudkan bangsa Indonesia yang sehat dan kuat.
PT. Unilever Indonesi, Tbk. Melalui salah satu brandnya, L*******, menjalin kemitraan dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) pusat, Lembaga Swadaya Masyarakat Spectra Surabaya dan 90 radio dari 65 kota di Indonesia dalam kampanye L******* 2009 dengan tema “Bersama L******* Mewujudkan Indonesia Yang Lebih Sehat”. Kemitraan merupakan kunci utama dalam pelaksanaan kampanye L******* tahun ini, kerena masalah kesehatan merupakan tanggung jawab kita bersama, tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja. Pengumuman kemitraan ini disertai dengan peluncuran petisi nasional “keluarga sehat untuk Indonesia sehat” yang merupakan komitmen untuk memulai hidup sehat melalui budaya perilaku hidup bersih dan sehat dengan membiasakan mencuci tangan dengan sabun, memperhatikan keseimbangan gizi dan menjaga kebersihan lingkungan.

Friday, March 31, 2017

ETIKA BISNIS KELOMPOK

Pengertian Budaya Organisasi dan Perusahaan, Hubungan Budaya dan Etika, Kendala dalam Mewujudkan Kinerja Bisnis Etis

Anggota Kelompok:
Anissa Nurul Fadilah (11214304)
Budianto (12214240)
Muhamad Yusup (17214027)
Rismawati (19214517)
Shifa Nurul Safitri (1A214234)
Yeremia Krisna (1C214383)

Kelas : 3EA10

Karakteristik Budaya Organisasi
Secara umum pengertian budaya organisasi yaitu suatu karakteristik yang dijunjung tinggi oleh organisasi dan menjadi contoh organisasi untuk membedakan antara satu organisasi dengan organisasi yang lain. Atau budaya organisasi juga disimpulkan sebagai nilai-nilai dan norma perilaku yang diterima serta dipahami secara bersama-sama oleh anggota organisasi sebagai dasar dalam ketentuan perilaku yang ada di dalam organisasi tersebut.
Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.
Asal muasal budaya organisasi bersumber dari pendirinya karena pendiri dari organisasi itu mempunyai pengaruh besar akan budaya awal organisasi baik dalam hal kebiasaan atau ideologi. Misalnya misi yang bisa ia paksakan pada seluruh anggota organsiasi. Dimana hal semacam ini dilakukan langkah pertama yaitu dengan merekrut dan mempertahankan anggota yang sepaham.
Kedua, melakukan indokrinasi dan mensosialisasikan cara pikir dan berperilaku pada karyawan. Selanjutnya yang terakhir yaitu pendiri bertindak sebagai model peran yang mendorong anggota untuk mengidentifikasi diri, dan jika organisasi mengalami perkembangan maka organisasi akan meraih kesuksesan, visi, serta pendiri akan dipandang sebagai faktor penentu utama kesuksesan.
Pengertian Budaya Organisasi Menurut Para Ahli 
1)      Sarpin (1995):  Suatu sistem nilai, kepercayaan dan kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling berinteraksi dengan struktur sistem formalnya untuk menghasilkan norma-norma perilaku organisasi.
2)      Schein: Budaya organisasi adalah suatu pola dari asumsi-asumsi dasar yang ditemukan, diciptakan atau dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu, dengan maksud agar organisasi belajar mengatasi dan menanggulangi masalah-masalah yang timbul akibat adaptasi eksternal dan integrasi internal yang sudah berjalan dengan cukup baik, sehingga perlu diajarkan kepada anggota-anggota baru sebagai cara yang benar untuk memahami, memikirkan dan merasakan berkanaan dengan masalah-masalah tersebut.
3)      Mondy dan Noe (1996): Budaya organisasi adalah sistem dari shared values, keyakinan dan kebiasaan-kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling berinteraksi dengan struktur formalnya untuk menciptakan norma-norma perilaku.
4)      Hodge, Anthony dan Gales (1996):  Budaya organisasi adalah konstruksi dari dua tingkat karakteristik, yaitu karakteristik organisasi yang kelihatan (observable) dan yang tidak kelihatan (unoservable).
Robbins (2007), memberikan tujuh karakteristik budaya sebagai berikut:
1)      Inovasi dan keberanian mengambil resiko yaitu sejauh mana karyawan diharapkan didorong untuk bersikap inovtif dan berani mengambil resiko.
2)      Perhatian terhadap detail yaitu sejauh mana karyawan diharapkan menjalankan presisi, analisis, dan perhatian pada hal-hal detil.
3)      Berorientasi pada hasil yaitu sejauh mana manajemen berfokus lebih pada hasil ketimbang teknik atau proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
4)      Berorientasi kepada manusia yaitu sejauh mana keputusan-keputusan manajemen mempertimbangkan efek dari hasil tersebut atas orang yang ada di dalam organisasi.
5)      Berorientasi pada tim yaitu sejauh mana kegiatan-kegiatan kerja diorganisasi pada tim ketimbang individu-individu.
6)      Agresivitas yaitu sejauh mana orang bersikap agresif dan kompetitif ketimbang santai.
7)      Stabilitas yaitu sejauh mana kegiatan-kegiatan organisasi menekankan dipertahankannya status quo dalam perbandingannya dengan pertumbuhan.

Sedangkan Snhneider dalam (Pearse dan Bear, 1998) mengklasifikasikan budaya organisasi ke dalam empat tipe dasar, yaitu:
1)      Control Culture
Budaya impersonal nyata yang memberikan perhatian pada kekonkretan pembuatan keputusan yang melekat secara analitis, orientasi masalah dan preskriptif.
2)      Collaborative Culture
Berdasarkan pada kenyataan individu terhadap pengambilan keputusan yang dilakukan secara people-drivenorganic dan informal. Interaksi dan keterlibatan menjadi elemen pokok.
3)      Competence Culture
Budaya personal yang dilandaskan pada kompetensi diri, yang memberikan perhatian pada potensi, alternatif, pilihan-pilihan kreatif dan konsep-konsep teoretis. Orang orang yang termasuk dalam tipe budaya ini memiliki standar untuk meraih sukses yang lebih tinggi.
4)      Cultivation Culture
Budaya yang berlandaskan pada kemungkinan seorang individu mampu memperoleh inspirasi.

Fungsi Budaya Organisasi
Budaya organisasi memiliki fungsi yang sangat penting. Fungsi budaya organisasi adalah sebagai tapal batas tingkah laku individu yang ada didalamnya. Fungsi budaya biasanya sulit dibedakan dengan fungsi budaya kelompok atau budaya organisasi, karena budaya adalah gejala sosial.
Fungsi Budaya Organisasi menurut Siagian (1992 : 153) mencatat lima fungsi utama budaya organisasi, yakni:
1)      Sebagai penentu batas-batas tingkah laku dalam arti memastikan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, apa yang dilihat baik atau tidak baik, memastikan yang benar dan yang salah.
2)      Menumbuhkan perasaan jati diri dalam suatu organisasi dan para anggotanya.
3)      Menumbuhkan komitmen kepada kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi atau kelompok sendiri.
4)      Sebagai tali pengikat untuk seluruh anggota organisasi
5)      Sebagai alat pengendali perilaku para anggota organisasi yang berkaitan.


Pedoman Tingkah Laku
Antara manusia dan kebudayan terjalin hubungan yang sangat erat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Dick Hartoko bahwa manusia menjadi manusia merupakan kebudayaan. Hampir semua tindakan manusia itu merupakan kebudayaan. Hanya tindakan yang sifatnya naluriah saja yang bukan merupakan kebudayaan, tetapi tindakan demikian prosentasenya sangat kecil. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar. Terdapat beberapa proses belajar kebudayaan yaitu proses internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi.
Tingkah laku dapat dijelaskan melalui pendekatan, salah satunya adalah pendekatan psikologi dimana tingkah laku dapat dijelaskan dengan cara yang berbeda-beda, dalam psikologi sedikitnya ada lima cara pendekatan, yaitu:
1)      Pendekatan Neurobiologis
Tingkah laku manusai pada dasrnya dikendalikan oleh aktivitas otak dan sistem syaraf. Pendekatan neurobiologis berupaya mengaitkan perilaku yang terlihat dengan impuls listrik dan kimia yang terjadi didalam tubuh serta menentukan proses neurobiologi yang mendasari perilaku dan proses mental.
2)      Pendekatan Perilaku
Pada dasarnya tingkah laku adalah respon atau stimulus yang  datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S – R atau suatu kaitan Stimulus - Respon. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali.
3)      Pendekatan Kognitif
Pendekatan ini menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental, dimana individu (organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi yang datang.
4)      Pendekatan Psikoanalisa
Pendekatan psikoanalisa dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, impuls, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.
5)      Pendekatan Fenomenologi
Pendekatan ini lebih memperhatikan pada penagalam subyektif individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.

Apresiasi Budaya
Istilah apresiasi berasal dari bahasa inggris “appreciation” yang berarti penghargaan, penilaian, pengertian. Bentuk itu berasal dari kata kerja “it appreciate” yang berarti menghargai, menilai, mengerti dalam bahasa indonesia menjadi mengapresiasi. Apresiasi budaya adalah kesanggupan untuk menerima dan memberikan penghargaan, penilaian, pengertian terhadap hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Ada beberapa metode dalam mengapresiasi budaya, antara lain:
1)      Metode Induktif
Apresiasi dilakukan dengan cara menarik konsep/kebenaran/keindahan dari pranata yang sifatnya khusus sampai yang bersifat umum.
2)      Metode Deduktif
Apresiasi dilakukan dengan cara menarik konsep/kebenaran/keindahan dari pranata yang sifatnya umum sampai yang bersifat khusus.
3)      Metode Empati
Apresiator mengamati seolah-olah larut pada perasaan, terbawa oleh obyek, sehingga dalam komentar-komentarnya terdapat ibarat, metafora yang melebih-lebihkan.
4)      Metode Interaktif
Metode ini dilakukan untuk mencari kesepakatan dengan melalui sarasehan budaya.

Hubungan Etika Dan Budaya
Hubungan antara Etika dengan Kebudayaan: Meta-ethical cultural relativismmerupakan cara pandang secara filosofis yang yang menyatkan bahwa tidak ada kebenaran moral yang absolut, kebenaran harus selalu disesuaikan dengan budaya dimana kita menjalankan kehidupan soSial kita karena setiap komunitas sosial mempunyai cara pandang yang berbeda-beda terhadap kebenaran etika.
Etika erat kaitannya dengan moral. Etika atau moral dapat digunakan okeh manusia sebagai wadah untuk mengevaluasi sifat dan perangainya. Etika selalu berhubungan dengan budaya karena merupakan tafsiran atau penilaian terhadap kebudayaan. Etika mempunyai nilai kebenaran yang harus selalu disesuaikan dengan kebudayaan karena sifatnya tidak absolut danl mempunyai standar moral yang berbeda-beda tergantung budaya yang berlaku dimana kita tinggal dan kehidupan social apa yang kita jalani.
Baik atau buruknya suatu perbuatan itu tergantung budaya yang berlaku. Prinsip moral sebaiknya disesuaikan dengan norma-norma yang berlaku, sehingga suatu hal dikatakan baik apabila sesuai dengan budaya yang berlaku di lingkungan sosial tersebut. Sebagai contoh orang Eskimo beranaggapan bahwa tindakan infantisid (membunuh anak) adalah tindakan yang biasa, sedangkan menurut budaya Amerika dan negara lainnya tindakan ini merupakan suatu tindakan amoral.
Suatu premis yang disebut dengan “Dependency Thesis” mengatakan “All moral principles derive their validity from cultural acceptance”. Penyesuaian terhadap kebudayaan ini sebenarnya tidak sepenuhnya harus dipertahankan dan dibutuhkan suatu pengembangan premis yang lebih kokoh.
Etika perusahaan menyangkut hubungan:
1)      Perusahaan dan karyawan sebagai satu kesatuan dengan lingkungannya (misalnya dengan perusahaan lain atau masyarakat setempat).
2)      Etika kerja terkait antara perusahaan dengan karyawan.
3)      Etika perorangan mengatur hubungan antar karyawan.
Faktor utama yang dapat menciptakan iklim etika dalam perusahaan:
1)      Terciptanya budaya perusahaan secara baik.
2)      Terbangunnya suatu kondisi organisasi berdasarkan saling percaya (trust-based-ornganization)
3)      Terbentuknya manajemen hubungan antara pegawai (employee relationship management)

Iklim etika dalam perusahaan dipengaruhi oleh adanya interaksi bebarapa faktor:
1)      Faktor kepentingan diri sendiri
2)      Keuntungan perusahaan
3)      Pelaksanaan efisiensi
4)      Kepentingan kelompok

Pengaruh Etika terhadap Budaya
Etika seseorang dan etika bisnis adalah satu kasatuan yang terintegrasi sehingga tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya, keduanya saling melengkapi dalam mempengaruhi perilaku antar individu maupun kelompok, yang kemudian menjadi perilaku organisasi yang akan berpengaruh terhadap budaya perusahaan. Jika etika menjadi nilai dan keyakinan yang terinternalisasi dalam budaya perusahaan, maka akan berpotensi menjadi dasar kekuatan perusahaan dan akhirnya akan berpotensi menjadi stimulus dalam peningkatan kinerja karyawan.
Terdapat pengaruh yang signifikan antara etika seseorang dari tingkatan manajer terhadap tingkah laku etis dalam pengambilan keputusan. Kemampuan seorang profesional untuk dapat mengerti dan pekau terhadap adanya masalah etika dalam profesinya sangat dipengaruhi oleh lingkungan, sosial budaya, dan masyarakat dimana dia berada. Budaya perusahaan memberikan sumbangan yang sangat berartiu terhadap perilaku etis. Perusahaan akan menjadi lebih baik jika mereka membudayakan etika dalam lingkungan perusahaannya.
Budaya perusahaan pada dasarnya mewakili norma-norma perilaku yang diikuti oleh para anggota organisasi, termasuk mereka yang berada dalam hirarki organisasi. Bagi oraganisasi yang masih didominasi oleh pendiri, maka budayanya akan menajadi wahana untuk mengkomunikasikan harapan-harapan pendiri kepada para pekerja lainnya. Demikian pula jika perusahaan dikelola oleh seorang manajer senior otokratis yang menerapkan gaya kepemimpinan top down. Disini budaya juga akan berperan untuk mengkomunikasikan harapan-harapan manajer senior itu.
Isu dan kekuatan suatu budaya memengaruhi suasana etis sebuah organisasi dan perilaku etis para anggotanya. Budaya sebuah oraganisasi yang punya kemungkinan paling besar untuk membentuk standar dan etika tinggi adalah budaya yang tinggi toleransinya terhdapa risiko tinggi, sedang, sampai rendah dalam hal keagresifan, dan fokus pada sarana selain itu juga hasil. Manajemen dapat melakukan bebarapa hal dalam menciptakan budaya yang lebih etis, yaitu:

1)      Model peran yang visible
Karyawan akan melihat sikap dan perilaku manjemen puncak (Top Manajemen) sebagai acuan/landasan standar untuk menentukan perilaku dan tindakan-tindakan yang semestinya diambil.
2)      Komunikasi harapan etis
Ambiguitas etika dapat diminimalisir dengan menciptakan dan mengkomunikasikan kode etik organisasi.
3)      Pelatihan etis
Pelatihan etis digunakan memperkuat standar, tuntutan organisasi, menjelaskan praktik yang diperbolehkan dan yang tidak, dan menangani dilema etika yang mungkin muncul.

Kendala Mewujudkan Kinerja Bisnis
Pencapaian tujuan etika bisnis di Indonesia masih berhadapan dengan beberapa masalah dan kendala. Keraf (1993 : 81-83) menyebut beberapa kendala tersebut yaitu:
1)      Standar moral para pelaku bisnis pada umumnya masih lemah.
Banyak di antara pelaku bisnis yang lebih suka menempuh jalan pintas, bahkan menghalalkan segala cara untuk memperoleh keuntungan dengan mengabaikan etika bisnis, seperti memalsukan campuran, timbangan, ukuran, menjual barang yang kadaluwarsa, dan memanipulasi laporan keuangan.
2)      Banyak perusahaan yang mengalami konflik kepentingan.
Konflik kepentingan ini muncul karena adanya ketidaksesuaian antara nilai pribadi yang dianutnya atau antara peraturan yang berlaku dengan tujuan yang hendak dicapainya, atau konflik antara nilai pribadi yang dianutnya dengan praktik bisnis yang dilakukan oleh sebagian besar perusahaan lainnya, atau antara kepentingan perusahaan dengan kepentingan masyarakat. Orang-orang yang kurang teguh standar moralnya bisa jadi akan gagal karena mereka mengejar tujuan dengan mengabaikan peraturan.
3)      Situasi politik dan ekonomi yang belum stabil.
Hal ini diperkeruh oleh banyaknya sandiwara politik yang dimainkan oleh para elit politik, yang di satu sisi membingungkan masyarakat luas dan di sisi lainnya memberi kesempatan bagi pihak yang mencari dukungan elit politik guna keberhasilan usaha bisnisnya. Situasi ekonomi yang buruk tidak jarang menimbulkan spekulasi untuk memanfaatkan peluang guna memperoleh keuntungan tanpa menghiraukan akibatnya.
4)      Lemahnya penegakan hukum.
Banyak orang yang sudah divonis bersalah di pengadilan bisa bebas berkeliaran dan tetap memangku jabatannya di pemerintahan. Kondisi ini mempersulit upaya untuk memotivasi pelaku bisnis menegakkan norma-norma etika.
5)      Belum ada organisasi profesi bisnis dan manajemen untuk menegakkan kode etik bisnis dan manajemen.
Organisasi seperti KADIN beserta asosiasi perusahaan di bawahnya belum secara khusus menangani penyusunan dan penegakkan kode etik bisnis dan manajemen.
Kendala mewujudkan kinerja bisnis etis
1)      Mentalitas para pelaku bisnis, terutama top management yang secara moral rendah, sehingga berdampak pada seluruh kinerja bisnis. Perilaku perusahaan yang etis biasanya banyak bergantung pada kinerja top management, karena kepatuhan pada aturan itu berjenjang dari mulai atas ke tingkat bawah.
2)      Faktor budaya masyarakat yang cenderung memandang pekerjaan bisnis sebagai profesi yang penuh dengan tipu muslihat dan keserakahan serta bekerja mencari untung. Bisnis merupakan pekerjaan yang kotor. Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat kita memiliki persepsi yang keliru tentang profesi bisnis.
3)      Faktor sistem politik dan sistem kekuasaan yang diterapkan oleh penguasan sehingga menciptakan sistem ekonomi yang jauh dari nilai-nilai moral. Hal ini dapat terlihat dalam bentuk KKN.

Sumber:
Robbin dan Judge. 2007. Perilaku Organisasi, buku 2. Jakarta: Salemba Empat.


Thursday, March 30, 2017

ETIKA BISNIS PT Freeport Indonesia

Corporate Social Responsibility PT Freeport Indonesia Ditinjau dari Sudut Pandang Etika Bisnis

Nama :Budianto
NPM  :12214240
Kelas  :3EA10

1       Identifikasi Masalah
PT.Freeport Indonesia adalah sebuah perusahaan pertambangan yang mayoritas sahamnya dimiliki Freeport-MCMoRan Copper & Gold Inc. sebuah perusahaan Amerika Serikat,PT. Freeport Indonesia merupakan penghasil emas terbesar di dunia melalui tambang Grasberg. Freport Indonesia telah melakukan eksplorasi di dua tempat di Papua, masing-masing tambang Erstberg (dari tahun 1967) dan tambang Grasberg (sejak tahun 1988) di kawasanTembaga Pura, Kabupaten Mimika, Propinsi Papua.
Freeport telah berkembang menjadi perusahaan dengan penghasilan 2,3 milliar dollar AS pertahun, keberadaannya telah memberikan manfaat langsung dan tidak langsung Indonesia dimana 33 milliar dollar AS dari tahun 1992 –2004 telah berikan kepada Pemerintah Indonesia. Menurut New York Times pada Desember 2005, jumlah yang telah dibayarkan Freport Indonesia kepada pemerintah Indonesia antara tahun1998 – 2004 mencapai hampir 20 milliar dollar AS. Pemerintah Indonesia, masyarakat Papua dan PT. Freepot telah menyetujui pembaruan kontrak investasi PT. Freeport di Papua dengan di tanda-tanganinya kontrak investasi untuk 30 tahun yang akan datang. 
Perusahaan sudah melaksanakan tanggung jawab sosial kepada masyarakat dan lingkungannya, ini dibuktikan dengan mempekerjakan orang-orang Papua diarea pertambangan dan melakukan konservasi terhadap lingkungan. Sebenarnya apabila dilihat dari sudut pandang perusahaan bahwa investasi yang sangat besar yang dilakukan di tanah Papua harus menguntungkan dari segi financial untuk jangka panjang karena terkait dengan kepentingan para pemegang saham perusahaan. Dengan ditanda tanganinya kontrak artinya semua pihak yang terlibat paham dan mengerti isi kontrak tersebut, jadi PT. Freeport harus menjalankan kewajibannya terhadap pemerintah, masyarakat dan lingkungan sesuai dengan isi kontrak tersebut. PT. Freeport Indonesia telah memberikan kompensasi terhadap masyarakat Papua, namun tidak dapat dipungkiri bahwa ada sebagian masyarakat Papua yang lain tidak mendapatkan ganti rugi. Di sisi lain, pemiskinan juga berlangsung di wilayah Mimika, yang penghasilannya hanya sekitar $132/tahun, pada tahun 2005. Kesejahteraan penduduk Papua tak secara otomatis terkerek naik dengan kehadiran Freeport yang ada di wilayah mereka tinggal. Di wilayah operasi Freeport, sebagian besar penduduk asli berada di bawah garis kemiskinan dan terpaksa hidup mengais emas yang tersisa dari limbah Freeport. Selain permasalahan kesenjangan ekonomi, aktivitas pertambangan Freeport juga merusak lingkungan secara masif serta menimbulkan pelanggaran HAM
Mereka yang tidak memperoleh kompensasi dengan didukung oleh pihak-pihak yang menolak keberadaan PT Freeport Indonesia dan atau mereka yang mencari keuntungan pribadi, selalu berusaha untuk mengganggu kegiatan opersional perusahaan baik melalui media massa maupun dengan melakukan penyerangan langsung ke area pertambangan, sehingga banyak karyawannya yang tidak bersalah telah menjadi korban penyerangan tersebut.
2. CSR PT Freeport Indonesia berdasarkan Teori Etika Deontology
Konsep teori etika deontologi ini mengemukakan bahwa kewajiban manusia untuk bertindak secara baik, suatu tindakan itu bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibat atau tujuan baik dari tindakan itu, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada dirinya sendiri dan harus bernilai moral karena berdasarkan kewajiban yang memang harus dilaksanakan terlepas dari tujuan atau akibat dari tindakan itu. Etika deontologi sangat menekankan motivasi, kemauan baik dan watak yang baik dari pelaku.
Dalam kasus CSR PT Freeport Indonesia sesungguhnya mempunyai tujuan yang baik, yaitu bertujuan untuk memnuhi kebutuhan masyarakat sekitar dengan membuat sebuah program dana kemitraan untuk pengembangan masyarakat. Akan tetapi Freeport sendiri ternyata hanya sebatas memberikan dana kemitraan tersebut, melalui Lempaka Pembangunan Masyarakat Amungne dan Kamoro (LPMAK).
3. CSR PT Freeport Indonesia Berdasarkan Teori Etika Teleologi
 Berbeda dengan etika deontologi, etika teleologi justru mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang akan dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Jika didasarkan pada Pasal 74 UUPT ayat (2) maka tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan kewajiban perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran, dalam arti patut dan wajar untuk membantu kesejahteraan masyarakat.
Namun ternyata dengan adanya program CSR PTFI yang dikelola oleh LPMAK, dengan dana satu persen dari pendapatan kotor perusahaan yang merupakan komitmen sosial perusahaan dengan program pengembangan masyarakat pada bidang ekonomi masyarakat, bidang kesehatan dan bidang pendidikan, alasan mengapa Program CSR harus ada, karena konflik sosial masyarakat yang terjadi berkepanjangan antara masyarakat pemilik hak ulayat dengan perusahaan Freeport. Bentuk program yang dilakukan yaitu program ekonomi, program kesehatan dan program pendidikan, Dampak dari program yang telah dilakukan tidak berhasil memberdayakan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan masyarakat tujuh suku.
4. Etika Utilitarianisme
            Aliran utilitarianisme ini adalah suatu kebijakan aau etika perusahaan yang berupa tindakan dan dapat dikatakan baik jika mendatangkan manfaat atau keuntungan bagi banyak orang. Dan jika dilihat berdasarkan aliran ini, maka CSR PT Freeport pun termasuk bertentangan karena menurut masyarakat Papua, PT Freeport hanya melakukan CSR sebagai bentuk kewajiban atau bisa dikatakan sebagai “keterpaksaan” demi menaati peraturan perundangan yang ada di Indonesia,  yang jika tidak diikuti maka bisa mengancam keberadaan Freeport di Papua, sehingga hal tersebut pun tercermin dari CSR yang tidak mampu untuk memajukan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.
Pendekatan CSR seperti yang dilakukan oleh Freeport ini tentu saja tidak memberikan kontribusi secara signifikan bagi peningkatan ekonomi rumah tangga. Secara ekonomis masyarakat tidak mengalami peningkatan pendapatan yang berarti. Secara politis mereka tidak terberdayakan. Mereka masih terlihat sebagai penerima program pasif. Masyarakat tidak memiliki ruangan yang cukup untuk berpartisipasi dalam penentuan program dan mengelolany, karena masyarakat belum ditempatkan pada posisi sentral dalam realisasi program. Hal ini bukan mekanisme yang tepat untuk menyiapkan masyarakat pasca ekstraksi. Masa tersebut merupakan masa yang sulit bagi masyarakat karena resources yang selama ini menjadi bagian dalam kehidupannya setiap hari tidak bisa dikelola lagi. Masyarakat lokal yang sarat dengan keterbatasan perlu diberdayakan dan disiapkan untuk menghadapi masa-masa tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Rahman, Reza. (2009). Corporate Social Responsibility : Antara Teori dan Kenyataan. Yogyakarta : Media Presindo.
Ruslan, Rusady. (1999). Manajemen Humas dan Manajemen Komunikasi (Konsepsi Dan Aplikasi). Jakarta: PT. Raja Grafindo.
Solihin, Ismail, (2009). Corporate Social Responsibility; From Charity to Sustainability. Jakarta: Salemba Empat
Wibisono, Yusuf (2007). Membedah Konsep dan Aplikasi CSR. Gresik. Fascho Publishing