Di kota-kota besar seperti jakarta sebagian orang memilih membeli mobil dengan transmisi otomatis karena lebihmudah digunakan dan tidak capek saat menghadapi kemacetan di kota kota besar.Salah satu kelebihan transmisi otomatis adalah sang pengendara tidak perlulagi menginjak pedal kopling karena perpindahan gigi dilakukan secara otomatis oleh transmisi itu sendiri.
Berbeda dengan transmisi manual yang memiliki nomor pada tuasnya, transmisi otomatis memiliki gabungan huruf dan angka pada bagian tuas perseneling nya. yaitu
Cara penggunaan transmisi ini sangat mudah karena hanya memiliki 2 pedal yaitu gas dan rem, cara pengoprasiannya pun mudah yaitu dengan menginjak pedal rem lalau pindahkan tuas transmisi pada posisi P(park) ke posisi D(drive) maka mobil akan berjalan perlahan lahan. pedal rem harus diinjak kalau tidak posisi perseneling tidak dapat dipindahkan, ini adalah fitur safety pada transmisi otomatis.
Pada dasarnya ada 2 model transmisi otomatis yang populer di indonesia yari torque converter dan cvt, keduanya memiliki fungsi dan cara pengoprasian yang sama namun memiliki cara kerja yang berbeda.
1.Torque converter
pada transmisi ini pengguna biasnya memiliki 4step drive mode seperti D3 ataupun D2, maksud dari drive mode ini untuk mengunci batas maksimum transmisi akan melakukan pergantian gigi, drive mode ini sangat berguna pada saat tanjakan yang membutuhkan gigi rasio rendah agar mobil tetap meilikib torsi yang cukup. angka dalam D menunjukkan posisi maksimum gigi yang di kunci.
kelebihan transmisi ini tenaga pada mesin dapat tersalurkan dengan baik pada roda mobil, kekurangannya transmisi jenis ini terkenal boros.
2.CVT
berbeda dengan Torque converter transmisi ini menggunakan pulley tidak menggunakan gigi pada transmisinya, sehingga pergantian gigi pada transmisi ini tidak terasa sama sekali. pada transmisi ini sama dengan diatas namun tidak memilki numerik pada posisi drivenya melainkan hanya D dan S, S pada dasarnya akan menjaga rasio pulley pada transmisi CVT pada rasio rendah agar tetap dapat torsi yang cukup pada saat berkendara. kelebihan pada transmisi ini terkenal irit karena putaran mesin dapat dipertahankan rendah secara terus menerus, kekurangan transmisi ini adalah adanya gejala slip pada belt transmisi sehingga tenaga mesin tidak semuanya tersampaikan pada roda mobil.
Berbeda dengan transmisi manual yang memiliki nomor pada tuasnya, transmisi otomatis memiliki gabungan huruf dan angka pada bagian tuas perseneling nya. yaitu
- P(park)
- R(reverse)
- N(neutral)
- D/1/2/3/4 (drive)
- S(sport/squential, pada transmisi cvt)
Cara penggunaan transmisi ini sangat mudah karena hanya memiliki 2 pedal yaitu gas dan rem, cara pengoprasiannya pun mudah yaitu dengan menginjak pedal rem lalau pindahkan tuas transmisi pada posisi P(park) ke posisi D(drive) maka mobil akan berjalan perlahan lahan. pedal rem harus diinjak kalau tidak posisi perseneling tidak dapat dipindahkan, ini adalah fitur safety pada transmisi otomatis.
Pada dasarnya ada 2 model transmisi otomatis yang populer di indonesia yari torque converter dan cvt, keduanya memiliki fungsi dan cara pengoprasian yang sama namun memiliki cara kerja yang berbeda.
1.Torque converter
pada transmisi ini pengguna biasnya memiliki 4step drive mode seperti D3 ataupun D2, maksud dari drive mode ini untuk mengunci batas maksimum transmisi akan melakukan pergantian gigi, drive mode ini sangat berguna pada saat tanjakan yang membutuhkan gigi rasio rendah agar mobil tetap meilikib torsi yang cukup. angka dalam D menunjukkan posisi maksimum gigi yang di kunci.
kelebihan transmisi ini tenaga pada mesin dapat tersalurkan dengan baik pada roda mobil, kekurangannya transmisi jenis ini terkenal boros.
2.CVT
berbeda dengan Torque converter transmisi ini menggunakan pulley tidak menggunakan gigi pada transmisinya, sehingga pergantian gigi pada transmisi ini tidak terasa sama sekali. pada transmisi ini sama dengan diatas namun tidak memilki numerik pada posisi drivenya melainkan hanya D dan S, S pada dasarnya akan menjaga rasio pulley pada transmisi CVT pada rasio rendah agar tetap dapat torsi yang cukup pada saat berkendara. kelebihan pada transmisi ini terkenal irit karena putaran mesin dapat dipertahankan rendah secara terus menerus, kekurangan transmisi ini adalah adanya gejala slip pada belt transmisi sehingga tenaga mesin tidak semuanya tersampaikan pada roda mobil.


No comments:
Post a Comment