Sunday, October 8, 2017

Tugas Komunikasi Binis (penulisan)

Cara Hacking PSVita

Era Pembajakan PSVita setelah sekian lama akhirnya terjadi,  walaupun penuh dengan limitasi namun hal ini tetap menjadi kemajuan dalam hal hacking PSVita, langsung saja hal yang dapat dilakukan dalam hacking ini adalah menjalankan homebrew buatan, menjalankan game backup/share game, melakukan modifikasi interface pada psvita. dibalik banyaknya kelebihan itu hacking ini juga memiliki limitasi diantara lain:

  1. hanya dapat dilakukan pada psvita firmware 3.60
  2. tidak dapat online psn, resiko perangkat di banned oleh sony
jika kalian sudah memiliki psvita dengan firmware 3.60 kalian dapat langsung mengikuti langkag berikut ini, ingat resiko perangkat kalian mengalami brick bukan tanggung jawab penulis. berikut langkah-langkahnya:

  1. nyalakan psvita kalian, pastikan perangkat terkoneksi ke internet, buka browser lalu masukkan url berikut ini pada kolom adrress https://henkaku.xyz, setelah itu ikuti instruksi dalam browser dalam beberapa saat anda akan kembali di menu home
  2. pastikan bubble molecular shell ada di menu home perangkat kalian, jika tidak ada ulangi langkah pertama
  3. dalam tahap ini psvita kalian sudah dalam kondisi softmod, artinnya sudah dalam kondisi hacki namun hack tersebut akan hilang saat perangkat restart ulang/ mati.
  4. langkah selanjutnya buka enso.henkaku.xyz, download file enso.vpk pada pc kalian
  5. unduh filezilla install pada pc kalian jika belum melikinya pada pc kalian
  6. buka molecular shell pada psvita kalian lalu tekan select menu ip address akan muncul, masukan ip address pada filezilla pada pc untuk mengakses file psvita pada pc kalian
  7. copy file *.vpk yang kalian download tadi dan copy ke psvita dengan filezilla
  8. disconnect dengan menekan tombol O/cancel pada psvita
  9. masih di molecular shell buka dan install file *.vpk pada psvita dan ikuti instruksinya. psvita kalian akan restart.
  10. finish selamat psvita kalian sudah dalam kondisi permanent hack, hack tidak akan hilang walaupun perangkat kalian mati
untuk variasi homebrew dan mods, kalian dapat mengikuti forum forum hacking, disana ada banyak homebrew yang menarik bisa kalian download, cara installnya pun mudah cukup install vpk seperti tadi pada prangkat psvita. untuk masalah pembajakan game penulis disini tidak akan memberikan tutorial, namun konsepnya sama seperti install vpk tadi.

sekilan selamat hacking.

Tugas Komunikasi Bisnis (Dasar Komunikasi dan Komunikasi Bisnis)

Dasar Komunikasi dan Komunikasi Bisnis

1.1 Pengertian Komunikasi Bisnis
      Komunikasi bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis ynag
      mencakup berbagai macam bentuk komunikasi baik komunikasi verbal maupun non verbal.
      Berikut ini merupakan beberapa pengertian Komunikasi Bisnis menurut para ahli :

  • Purwanto, Djoko. 2003. Komunikasi Bisnis. Jakarta : Erlangga.
    Komunikasi Bisnis adalah kegiatan yang meliputi pengiriman dan penerimaan pesan-pesan di antara dua orang, kelompok kecil atau dalam satu lingkungan atau lebih dengan tujuan untuk mempengaruhi perilaku di dalam suatu organisasi.
  • Floyd, James J dkk. 2006. Komunikasi Bisnis dan Profesionalisme. Bandung :Rosdakarya. Komunikasi Bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam jenis dan bentuk komunikasi untuk mencapai tujuan bisnis.
  • Katz (1994:4)
    Komunikasi Bisnis adalah adanya pertukaran ide, pesan, dan konsep yang berkaitan dengan pencapaian serangkaian tujuan komersil.
  • Persing (1981:108)
    Komunikasi Bisnis adalah proses penyampaian arti melalui lambang – lambang yang meliputi keseluruhan unsur-unsur yang berhubungan dengan proses penyampaian dan Penerimaan pesan, baik itu dalam bentuk tulisan, lisan, maupun nonverbal yang dilakukan di dalam suatu organisasi yang membayar orang yang secara bersama-sama memproduksi dan memasarkan barang-barang dan jasa guna memperoleh keuntungan.
  • Rosenbalt (1982:7)
    Komunikasi Bisnis adalah pertukaran ide-ide opini, informasi, instruksi dan sejenisnya, yang dikemukakan baik secara personal ataupun nonpersonal melalui simbol atau tanda, untuk mencapai tujuan- tujuan perusahaan.
1.2 Bentuk Dasar Komunikasi
      Bentuk dasar komunikasi ada dua, yakni komunikasi nonverbal dan komunikasi verbal.

  • Komunikasi Nonverbal

      Bentuk yang paling dasar dari komunikasi adalah komuniksi nonverbal. Komuniksi
nonverbal adalah kumpulan isyarat, gerak tubuh, intonasi suara, sikap, dan sebagainya,
yang memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi tanpa kata-kata (Bovee dan Thill,
2003:4).
      Komunikasi nonverbal sering juga disebut bahasa isyarat atau bahasa diam (silent
language). Ahli antropologi mengungkapkan bahwa sebelum kata-kata ditemukan,
komunikasi terjadi melalui gerakan badan atau bahsa tubuh (body language). Sebagai
contoh, membelalakkan mata atau mengepalkan tangan untuk menyatakan kemarahan,
mengangguk untuk menyatakan persetujuan, saling menyentuh untuk menunjukkan
perhatian, dan lain sebagainya.

  • Komunikasi Verbal

       Komunikasi verbal merupakan suatu bentuk komunikasi di mana pesan disampaikan
secara lisan atau tertulis menggunakan suatu bahasa. Bahasa didefinisikan sebagai
seperangkat kata yang disusun secara terstruktur sehingga menjadi kalimat yang
mengandung arti. Komunikasi verbal tidak hanya menyangkut komunikasi lisan atau oral
communication (berbicara dan mendengar), tetapi juga komunikasi tertulis atau written
communication (menulis dan membaca).
Berdasarkan aktif atau pasifnya peserta komunikasi, bentuk komunikasi verbal
dibedakan menjadi dua yaitu :

  1. Berbicara dan menulis (speaking and writing)
           Dalam menyampaikan pesan, berbicara pada umumnya lebih disukai daripada menulis karena lebih nyaman dan praktis. Namun, tidak semua pesan bisa dengan tepat disampaikan secara lisan. Pesan yang kompleks dan sangat penting umumnya disampaikan menggunakan tulisan. Tulisan untuk tujuan bisnis bisa berupa surat dan laporan.
  2. Mendengar dan membaca (listening and reading)
           Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang terjadi dua arah. Namun, orang-orang yang terlibat dalam dunia bisnis cenderung lebih suka memperoleh atau mendapatkan informasi daripada menyampaikannya. Unutk itu, keterampilan mendengar dan membaca sangat diperlukan.

1.3 Fungsi dan Bentuk Komunikasi Organisasi
      Di dalam buku Sutrisna Dewi diuraikan 5 (lima) tipe atau tingkatan komunikasi beserta
      fungsinya masing-masing, yaitu :

  1. Komunikasi dengan Diri Sendiri (Intrapersonal Communication)
    Komunikasi dengan diri sendiri adalah suatu proses komunikasi yang terjadi di dalam diri individu atau komunikasi dengan diri sendiri. Proses Komunikasi terjadi karena seseorang memberi arti terhadap sesuatu objek yang diamatinya atau terbaik dalam pikirannya sendiri.
    Komunikasi dengan diri sendiri berfungsi mengembangkan kreativitas imajinasi, memahami dan mengendalikan diri sendiri, serta meningkatkan kematangan berpikir sebelum mengambil keputusan.
  2. Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication)
    Komunikasi antarpribadi adalah proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih. Komunikasi antara dua orang dalam situasi tatap muka disebut komunikasi diadik (Dyadic Communication).
    Fungsi komunikasi itu adalah untuk meningkatkan hubungan insane (human relations), menghindari dan mengatasi konflik-konflik pribadi, mengurangi ketidakpastian, serta berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain.
  3. Komunikasi Kelompok Kecil (Small Group Communication)
    Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara tiga orang atau lebih secara bertatap muka atau menggunakan sebuah alat untuk membantu interaksi antara satu dengan yang lain.
  4. Komunikasi Massa (Mass Communication)
    Dalam komunikasi massa, pesan dikirim dari sumber lembaga kepada khalayak yang bersifat missal melalui alat-alat mekanis, seperti televise, radio, surat kabar atau film. Komunikasi massa berfungsi menyebarluaskan informasi, meratakan pendidikan, merangsang pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan kegembiraan.
  5. Komunikasi Publik (Public Communication)
    Komunikasi publik biasa disebut pidato, kolektif, retorika, public speaking, atau audiens communication. Komunikassi publik berfungsi menumbuhkan semangat kebersamaan (solidaritas), memengaruhi orang lain, memberi informasi, mendidik, dan menghibur.


1.4 Proses Komunikasi
      Komunikasi antarmanusia hanya bisa terjadi bila didukung unsure-unsur komunikasi, dan
      komunikasi memerlukan proses. Pembahasan mengenai proses komunikasi akan
      dijelaskan melalui beberapa model komunikasi.

· Model Komunikasi Aristoteles
   Aristoteles dalam bukunya Rhetorica (Cangara, 2004:39) berpendapat bahwa setiap
   komunikasi terdiri atas 3 unsur penting, yaitu :
1. Pembicara
2. Apa yang dibicarakan
3. Penerima

· Model Komunikasi David K. Berlo
   Dalam model komunikasi David K. Berlo, unsure-unsur utama komunikasi terdiri atas
   SMCR, yakni :
1. Source (sumber atau pengirim)
2. Message (pesan atau informasi)
3. Channel (saluran dan media)
4. Receiver (penerima)

Di samping itu, terdapat tiga unsur lain, yaitu Feedback (tanggapan balik), efek, dan
lingkungan.

· Model Komunikasi Boove dan Thill
   Boove dan Thill dalam bukunya Business Communication Today mengemukakan
   proses komunikasi terdiri dari 5 tahap, yakni :
1. Pengirim memiliki ide/gagasan
2. Ide diubah menjadi pesan
3. Pemindahan pesan
4. Penerima menerima pesan
5. Penerima pesan bereaksi dan mengirimkan umpan balik

1.5 Komunikasi yang Efektif dalam Pekerjaan
     Berkomunikasi efektif berarti bahwa komunikator dan komunikan sama-sama
     memiliki pengertian yang sama tentang suatu pesan. Oleh karena itu, dalam bahasa asing
     orang menyebutnya “the communication is in tune” ,yaitu kedua belah pihak yang
     berkomunikasi sama-sama mengerti apa pesan yang disampaikan.
     Syarat-syarat untuk berkomunikasi secara efektif adalah antara lain :
1. Menciptakan suasana yang menguntungkan.
2. Menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti.
3. Pesan yang disampaikan dapat menggugah perhatian atau minat di pihak komunikan.
4. Pesan dapat menggugah kepentingan dipihak komunikan yang dapat
    menguntungkannya.

5. Pesan dapat menumbuhkan sesuatu penghargaan atau reward di pihak komunikan.
    Berbicara tentang minat di pihak komunikan, dapat dikemukakan bahwa minat
    akan timbul bilamana ada unsure-unsur sebagai berikut :
a. Tersedianya suatu hal yang menarik minat.
b. Terdapat kontras, yaitu perbedaan antara hal yang satu dengan lainnya, sehingga
    apa yang menonjol itu menumbuhkan perhatian.
c. Terdapat harapan untuk mendapat keuntungan atau mungkin gangguan dari hal
    yang dimaksudkan.

1.6 Hambatan Komunikasi
      Komunikasi merupakan sesuatu hal yang sangat penting bagi manusia dalam
      melakukan interaksi dengan sesama. Kita pada suatu waktu merasakan komunikasi yang
      kita lakukan menjadi tidak efektif karena kesalahan dalam menafsirkan pesan yang kita
      diterima. Hal ini terjadi karena setiap manusia mempunyai keterbatasan dalam menelaah
      komunikasi yang disampaikan. Kesalahan dalam menafsirkan pesan bisa disebabkan
      karena tiga hal yaitu:

1. Hambatan Fisik
a. Sinyal nonverbal yang tidak konsisten.
b. Gangguan. Noises.
c. Gangguan fisik (gagap, tuli, buta).
d. Teknik bertanya yang buruk.
e. Teknik menjawab yang buruk.
f. Kurang menguasai materi.
g. Kurang persiapan.

2. Hambatan Psikologis :
a. Mendengar.
b. Mengabaikan informasi yang bertentangan dengan apa yang kita ketahui.
c. Menilai sumber.
d. Pengaruh emosi.
e. Kecurigaan.
f. Tidak jujur.
g. Tertutup.
h. Destruktif.
i. Kurang dewasa.
j. Kurang respek.
k. Kebiasaan menjadi pembicara dan pendengar yang buruk.

3. Semantik :
a. Persepsi yang berbeda.
b. Kata yang berarti lain bagi orang yang berbeda.
c. Terjemahan yang salah.

1.7 Cara Mengatasi Hambatan dan Memperbaiki Komunikasi
      Cara mengatasi Hambatan dan Memperbaiki komunikasi agar menjadi lebih efektif (Beeve
      dan Thill, 2003;22) adalah :

1. Memelihara ikliim komunikasi terbuka
    Iklim komunikasi merupakan campuran dari nilai, tradisi dan kebiasaan. Komunikasi
    terbuka akan mendorong keterusterangan dan kejujuran serta mempermudah umpan
    balik.

2. Bertekad memegang teguh etika berkomunikasi

3. Memahami kesulitan komunikasi antarbudaya
    Majunya perkembangan teknologi dan informasi telah menyebabkan terjadinya
    interaksi antarbudaya baik dalam lingkup regional, nasional, maupun internasional.

4. Menggunakan pendekatan berkomunikasi yang berpusat pada penerima
    Menggunakan pendekatan yang berpusat pada penerima berarti tetap mengingat
    penerima ketika sedang berkomunikasi.

5. Menggunakan teknologi secara bijaksana dan bertanggungjawab untuk memperoleh
    dan membagi informasi.
    Teknologi dapat dipergunakan untuk menyusun , merevisi dan mendistribusikan
    pesan. Penggunaan teknologi yang bertanggung jawab dan bijaksana akan mendorong
    terciptanya komunikasi yang efektif.

6. Menciptakan dan memproses pesan secara efektif dan efisien. Hal itu dapat dilakukan
    dengan cara :
a. Memahami penerima pesan
b. Menyesuaikan pesan dengan penerima
c. Mengurangi jumlah pesan
d. Memilih saluran atau media yang tepa
e. Meningkatkan keterampilan berkomunikasi

1.8 Etika dalam Berkomunikasi
Dalam setiap pembicaraan yang kita lakukan kepada lawan bicara kita, kita harus
memperhatikan beberapa hal atau etika berkomunikasi untuk menjaga perasaan, kepercayaan
dan harga diri seseorang terutama pada dunia bisnis atau kerja, yaitu antara lain:
1. Berbicara dengan suara yang jelas, dalam arti suara tidak kecil maupun tidak terlalu
    kencang.
2. Tidak berbicara terlalu cepat maupun terlalu lambat.
3. Saat berbicara dengan lawan bicara maupun saat mendengarkan lawan bicara, mata
    kita harus saling melihat, sehingga tidak terkesan malu ataupun tidak mendengarkan
    lawan bicara.
4. Berbicara seperlunya, tidak panjang lebar tanpa arti yang jelas ataupun berputar-putar
    (berbelit-belit).
5. Memberikan kesempatan kepada lawan bicara untuk berbicara, sehingga tidak
    terkesan mendominasi berbicara.
6. Jangan menyela atau memutus pembicaraan lawan bicara apabila lawan bicara kita
    belum selesai berbicara, karena itu akan membuat lawan bicara kita tiak senang dan
    tidak dihargai.
7. Dalam berkomunikasi diharapkan menjaga emosi kita, yaitu jangan sampai terbawa
    emosi sehingga marah-marah kepada lawan bicara.
8. Tidak tertawa secara berlebihan dan terus menerus.
9. Sebaiknya tidak menguap saat lawan bicara sedang berbicara, karena lawan bicara
    akan merasa kita bosan dengan pembicaraannya.
10. Tidak mengerjakan sesuatu saat lawan bicara sedang berbicara (misalnya sambil
      menulis, mengetik, dan lain sebagainya).
11. Menghargai pendapat, masukan atau kritik dari lawan bicara. Artinya tidak langsung
      membantah

Referensi
Dewi, Sutrisna.2007.Komunikasi Bisnis.Yogyakarta : Penerbit Andi.
Purwanto, Djoko. 2003. Komunikasi Bisnis. Jakarta : Erlangga.
http://hasiltugaskomunikasi.wordpress.com/2013/02/21/kumpulan-definisi-komunikasibisnis/
diakses pada tanggal 23 September 2013
http://nailul-nailul.blogspot.com/2012/08/komunikasi-efektif.html diakses pada tanggal 22
september 2013
http://susianty.wordpress.com/2010/09/29/etika-dalam-berkomunikasi/
diakses pada tanggal 22 september 2013
Komunikasi Bisnis
Kelompok 7 9