MANUSIA DAN
KEBUDAYAAN
MANUSIA SEBAGAI PENCIPTA DAN PENGGUNA KEBUDAYAAN
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda
menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan
sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamaliayang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam
hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali
dibandingkan dengan ras lain.
Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Hubugan antara manusia dan kebudayaan secara sederhana adalah manusia
sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan
manusia dari sisi lain hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat
dipandang setara dengan hubungan antara manusia dan masyarakat dinyatakan sebagai
dialektis. Proses dialektis tercipta melalui tiga tahap yaitu:
1. Eksternalisasi : Proses dimana manusia mengekspresikan dirinya
2. Obyektivitas : Proses dimana masyarakat menjadi
realitas obyektif
3. Internalisasi : Proses dimana masyarakat
kembali dipelajari manusia
Hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan
manusia tersebut terhadap kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan
terhadap kebudayaan yaitu sebagai 1) penganut kebudayaan, 2) pembawa
kebudayaan, 3) manipulator kebudayaan, dan 4) pencipta kebudayaan.
Pembentukan kebudayaan dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang
meminta pemecahan dan penyelesaian. Dalam rangka survive maka manusia harus
mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan
berbagai cara.
Budaya tercipta atau terwujud
merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di
alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran
sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi
khalifah di muka bumi ini. Disamping itu manusia juga memiliki akal,
intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan
perilaku.
Dengan semua kemampuan yang dimiliki
oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika
antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia
itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena
manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan
yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai
pendudukungnya.
Kebudayaan mempunyai kegunaan yang
sangat besar bagi manusia. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang
mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya.
Sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai :
1. Suatu
hubungan pedoman antarmanusia atau kelompoknya
2. Wadah untuk
menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain.
3. Sebagai
pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
4. Pembeda
manusia dan binatang
5. Petunjuk-petunjuk
tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berprilaku didalam pergaulan.
6. Pengatur
agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan
menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain.
7. Sebagai
modal dasar pembangunan.
PENGARUH BUDAYA TERHADAP LINGKUNGAN
Budaya yang dikembangkan oleh
manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat kebudayaan itu berkembang.
Suatu kebudayaan memancarkan suatu ciri khas dari masyarakatnya yang tampak
dari luar. Dengan menganalisis pengaruh akibat budaya terhadap lingkungan
seseorang dapat mengetahui, mengapa suatu lingkungan tertentu akan berbeda dengan lingkungan
lainnya dan mengasilkan kebudayaan yang berbeda pula.
Beberapa variabel yang berhubungan
dengan masalah kebudayaan dan lingkungan:
1. Phisical
Environment yaitu lingkungan fisik menunjuk kepada lingkungan
natural seperti flora, fauna, iklim dan sebagainya.
2. Cultural
Social Environment, meliputi aspek-aspek kebudayaan beserta proses
sosialisanya seperti : norma-norma, adat istiadat dan nilai-nilai.
3. Environmental
Orientation and Representation, mengacu pada persepsi dan
kepercayaan kognitif yang berbeda-beda pada setiap masyarakat mengenai
lingkungannya.
4. Environmental
Behaviordan and Process, meliputi bagaimana masyarakat menggunakan lingkungan
dalam hubungan sosial.
5. Out Carries
Produc, Meliputi hasil tindakan manusia seperti membangun rumah, komunitas dan
sebagainya.
Dari uraian
diatas dapat disimpulkan bahwa kebudayaan yang berlaku dan dikembangkan dalam
lingkungan tertentu berimplikasi terhadap pola tata laku, norma, nilai dan
aspek kehidupan lainnya yang menjadi ciri khas suatu masyarakat dengan
masyarakat lainnya.
PROSES DAN PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan adalah hasil cipta, karsa
dan rasa manusia oleh karenanya kebudayaan mengalami perubahan dan perkembangan
sejalan dengan perkembangan manusia itu. Perkembangan tersebut dimaksudkan
untuk kepentingan manusia itu sendiri, karena kebudayaan diciptakan oleh dan
untuk manusia.
Kebudayaan yang dimiliki suatu
kelompok sosial tidak akan terhindar dari pengaruh kebudayaan kelompok-kelompok
lain dengan adanya kontak-kontak antar kelompok atau melaui proses difusi.
Suatu kelompok sosial akan mengadopsi suatu kebudayaan tertentu bilamana
kebudayaan tersebut berguna untuk mengatasi atau memenuhi tuntunan yang
dihadapinya.
Pengadopsian suatu kebudayaan tidak
terlepas dari pengaruh faktor-faktor lingkungan fisik. Misalnya iklim topografi
sumber daya alam dan sejenisnya. Dari waktu ke waktu, kebudayaan berkembang
seiring dengan majunya teknologi (dalamhal ini adalah sistem telekomunikasi)
yang sangat berperan dalam kehiduapan setiap manusia.
Perkembangan zaman mendorong
terjadinya perubahan-perubahan disegala bidang, termasuk dalam kebudayaan. Mau
tidak mau kebudayaan yang dianut suatu kelompok sosial akan bergeser. Suatu
kelompok dalam kelompok sosialbisa saja menginginkan adanya perubahan dalam
kebudayaan yang mereka anut, dengan alasan sudah tidak sesuai lagi dengan zaman
yang mereka hadapi saat ini. Namun, perubahan kebudayaan ini kadang kala
disalah artikan menjadi suatu penyimpangan kebudayaan.
Hal yang terpenting dalam proses
pengembangan kebudayaan adalah dengan adanya kontrol atau kendali terhadap
prilaku reguler (yang tampak) yang ditampilkan oleh para penganut kebudayaan.
Karena tidak jarang perilaku yang ditampilkan sengat bertolak belakang dengan
budaya yang dianut didalam kelompok sosial yang ada di masyarakat. Sekali lagi
yang diperlukan adalah kontrol / kendali sosial yang ada di masyarakat sehingga
dapat memilah-milah mana kebudayaan yang sesuai dan mana yang tidak sesuai.
Proses belajar
budaya meliputi tiga hal, yaitu:
1) Proses Interelasi
Manusia terlahir
dengan potensi bawaan; perasaan, hasrat, nafsu, emosi dan seterusnya. Sepanjang
hidupnya manusia menanamkan dalam kepribadiannya hal-hal yang diperlukan dalam
kehidupan. Individu berusaha memenuhi hasrat dan motivasi dalam dirinya;
beradaptasi, belajar dari alam dan lingkungan sosial dan budayanya.
2) Proses Sosialisasi
Individu
belajar pola-pola tindakan dalam interaksi dengan sesama, dari individu yang
menduduki aneka peranan sosial. Sosialisasi berarti proses belajr anggota
masyarakat untuk mengenal dan menghayati kebudayaan masyarakat di
lingkungannya.
3) Proses Enkulturasi
Individu
mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran dan sikapnya dengan adat istiadat,
sistem norma, dan peraturan-peraturan dalam kebudayaannya. Pada awalnya manusia
meniru, sesuai dengan perkembangan kehidupan, ‘membaca’, menghayati, hingga
menjadi pola tindakan.
Budaya mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Kebudayaan dari kelompok
sosial tidak secara komplit ditentukan oleh lingkungan fisik saja, namun
lingkungan tersebut memberikan peluang untuk terbentuk hingga berkembangnya
suatu budaya. Ada enam tahap perkembangan kebudayaan yang kita kenal secara umum,yaitu:
1) Cultural Evolution
Proses evolusi
dari suatu masyarakat dan kebudyaan dapat dianalisa oleh seorang peneliti,
seolah-olah dari dekat secara detail atau dapat juga dipandang dari jauh hanya
dengan memperhatikan perubahan-perubahan yang besar saja. Proses evolusi sosial
budaya yang dianalisa secara detail akan membuka mata seorang peneliti untuk
berbagi macam proses perubahan yang terjadi dalam dinamuka kehidupan
sehari-hari dalam setiap masyarakat di dunia.
2) Diffusion Process
Proses difusi
ini terjadi karena adanya penyebaran dan migrasi kelompok-kelompok manusia di
muka bumi. Oleh karena itu, unsur-unsur kebudayaan dan sejarah juga ikut
menyebar. Salah satu bentuk difusi dibawa oleh kelompok-kelompok yang
bermigrasi. Namun bisa juga tanpa adanya migrasi, tetapi karena ada individu-individu
yang membawa unsur-unsur kebudayaan itu, seperti para pedagang dan pelaut.
3) Aculturation Process
Proses sosial
yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu
dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing tersebut lambat
laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan
hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.
4) Asimilation Process
Proses sosial
yang timbul bila ada golongan-golongan manusia dengan latar kebudayaan yang
berbeda-beda. Kemudian saling bergaul secara intensif untuk waktu yang lama,
sehingga kebudayaan golongan-golongan tadi masing-masing berubah sifatnya
yang khas, dan juga unsur-unsurnya masing-masing berubah wujudnya menjadi
unsur-unsur kebudayaan yang campuran.
5) Innovation
Inovasi adalah
suatu proses pembaruan dari penggunaan sumber-sumber alam, energi dan modal,
pengaturan baru dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru yang semua akan
menyebabkan adanya sistem produksi, dan dibuatnya produk-produk baru. Proses
inovasi sangat erat kaitannya dengan teknologi dan ekonomi. Dalam suatu
penemuan baru biasanya membutuhkan proses sosial yang panjang dan melalui dua
tahap khusus yaitu dicovery dan invention.
6) Discovery dan Invention
Discovery
adalah suatu penemuan dari suatu unsur kebudayaan yang baru, baik berupa suatu
alat baru, ide baru, yang diciptakan oleh individu atau suatu rangkaian dari
beberapa individu dalam masyarakat yang bersangkutan. Discovery baru
menjadi invention apabila masyarakat sudai mengakui, menerima, dan menerapkan
penemuan baru itu.
PROBLEMATIKA DENGAN KEBUDAYAAN
Seiring dengan perkembangannya,
kebudayaan juga mengalami beberapa problematika atau masalah masalah yang cukup
jelas yaitu :
1. Hambatan
budaya yang ada kaitannya dengan pandangan hidup dan sistem kepercayaan.
2. Hambatan
budaya yang berkaitan dengan perbedaan sudut pandang atau persepsi.
3. hambatan
budaya yang berkaitan dengan faktor psikologi atau kejiwaan.
4. Masyarakat
terpencil atau terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat lainnya.
5. Sikap
Tradisionalisme yang berprasangaka buruk terhadap hal-hal yang baru
6. Mengagung-agungkan
kebudayaan suku bangsanya sendiri dan melecehkan budaya suku bangsa lainnya
atau lebih dikenal dengan paham Etnosentrisme.
7. Perkembangan
Iptek sebagai hasil dari kebudayaan.
PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Sebagaimana yang telah kita ketahui
bahwa kebudayaan mengalami perkembangan (dinamis) sesuai dengan perkembangan
manusia itu sendiri, oleh sebab itu tidak ada kebudayaan yang bersifat statis.
Dengan demikian, kebudayaan akan mengalami perubahan. Ada lima penyebab terjadi
perubahan kebudayaan tersebut yaitu:
1. Perubahan
lingkungan alam
2. Perubahan
yang disebabkan adanya kontak dengan kelompok lain
3. Perubahan
karena adanya penemuan (discovery)
4. Perubahan
yang terjadi karena suatu masyarakat atau bangsa mengadopsi beberapa elemen
kebudayaan material yang telah dikembangkan oleh bangsa lain ditempat lain.
5. Perubahan
yang terjadi karena suatu bangsa memodifikasi cara hidupnya dengan mengadopsisuatu
pengetahuan atau kepercayaan baru atau karena perubahan dalam pandangan hidup
dan konsepsinya tentang realitas.
Namun, perubahan kebudayaan sebagai
hasil cipta, karsa dan rasa manusia adalah tentu saja perubahan yang memberi
nilai manfaat bagi manusia dan kemanusian, bukan sebaliknya yaitu yang akan
memusnakan manusia sebagai pencipta kebudayaan tersebut.
PENUTUP
KESIMPULAN
Kebudayaan mempunyai nilai kebudayaan yang
sangat besar bagi manusia. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang
mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap
lingkungan alamnya.
Budaya
tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan
segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan
dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan
secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini. Disamping itu
manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan,
fantasi dan perilaku.
Budaya yang
dikembangkan oleh manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat kebudayaan
itu berkembang. Suatu kebudayaan memancarkan suatu ciri khas dari masyarakatnya
yang tampak dari luar.
kebudayaan yang berlaku dan dikembangkan
dalam lingkungan tertentu berimplikasi terhadap pola tata laku, norma, nilai
dan aspek kehidupan lainnya yang menjadi ciri khas suatu masyarakat dengan
masyarakat lainnya.
Kebudayaan yang dimiliki suatu
kelompok sosial tidak akan terhindar dari pengaruh kebudayaan kelompok-kelompok
lain dengan adanya kontak-kontak antar kelompok atau melaui proses difusi.
Suatu kelompok sosial akan mengadopsi suatu kebudayaan tertentu bilamana
kebudayaan tersebut berguna untuk mengatasi atau memenuhi tuntunan yang dihadapinya.
SARAN
Dengan adanya proses
terciptannya kebudayaan oleh manusia, di harapkan kita tetap mempertahankan
nilai-nilai kebudayaan yang terkandung di dalamnya. Agar kebudayaan tetap
terjaga dan menjadi identitas milik bangsa. Hal yang
terpenting dalam proses pengembangan kebudayaan adalah dengan adanya kontrol
atau kendali terhadap prilaku reguler (yang tampak) yang ditampilkan oleh para
penganut kebudayaan. Sekali lagi yang diperlukan adalah kontrol / kendali
sosial yang ada di masyarakat sehingga dapat memilah-milah mana kebudayaan yang
sesuai dan mana yang tidak sesuai.
DAFTAR PUSTAKA
A.A. Sitompul, Manusia
dan Budaya, Jakarta: Gunung Mulia, 1993
Dp. Maas, Materi
Pokok UT Antropologi Budaya, Jakarta: Universitas Terbuka, 1985
Koentjaraningrat,
Manusia dan Kebudayaan di Indonesia, Jakarta: Jambatan, 1975
___________, Kebudayaan,
Mentalis, dan Pembangunan, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1993
Taliziduhu Ndraha, Budaya
Organisasi, Jakarta: Rineka Cipta, 2003
No comments:
Post a Comment